Total Productive Maintenance (TPM) adalah konsep pemeliharaan produktif yang dirancang untuk mencapai efektivitas sistem produksi yang komprehensif dengan melibatkan semua orang di dalam organisasi.(Menurut Herry Agung Prabowo,2018) . Secara lebih rinci, TPM dibagi menjadi tiga konsep penting:
1. Total, yang berarti keterlibatan semua personel / karyawan perusahaan.
2. Produktif, yang berarti kegiatan / kegiatan TPM dilaksanakan sebanyak mungkin, tidak mengganggu produktivitas perusahaan,
3. Pemeliharaan, yang berarti pemilihan metode perawatan yang paling tepat / efektif
Delapan pilar TPM adalah sistem untuk memaksimalkan efektivitas dan efisiensi produksi. Banyak peneliti telah menyelidiki dan menjelaskan penerapan delapan pilar dalam industri yang sebagian besar berlokasi di negara-negara maju, tetapi sangat sedikit yang meneliti implementasinya di negara-negara berkembang (seperti Indonesia) dan pengaruhnya terhadap kinerja operasi.
- 8 pilar TPM sebagai berikut:
- Pilar 1: Autonomous Maintenance, bahwa operator telah melakukan perawatan alat berat sederhana
kegiatannya meliputi pembersihan, pelumasan, penyesuaian dan pengetatan serta inspeksi. Operator juga memiliki rasa memiliki terhadap mesin / peralatan yang mereka operasikan.
- Pilar 2: Peningkatan Berkesinambungan (Kaizen), proses PDCA (Plan, Do Check, Act) telah berjalan dengan baik, berbagai jenis kerugian telah diidentifikasi untuk dihilangkan secara sistematis, dan efisiensi dan efektivitas sistem terus ditingkatkan.
- Pilar ke-3: Perawatan yang Direncanakan, pemeliharaan preventif, prediktif, dan korektif telah direncanakan. Semua kegiatan pemeliharaan telah dilakukan secara teratur. Program pemeliharaan mencoba untuk mengoptimalkan mesin MTBF (Mean Time Between Failures) dan MTTR (Mean Time To Repair) tetapi masih perlu perbaikan.
- Pilar ke-4: Pemeliharaan Kualitas, target tanpa cacat telah diterapkan, penyebab masalah kualitas telah diidentifikasi dengan tepat. Mesin, material, operator telah dipersiapkan untuk mencapai kinerja terbaik.
- Pilar 5: Pendidikan dan Pelatihan, kompetensi sumber daya manusia telah disesuaikan dengan tujuan organisasi, pekerja multi-keterampilan telah dikembangkan sesuai kebutuhan. Sumber daya manusia juga telah dievaluasi, dan memperbarui keterampilan karyawan secara teratur
- Pilar ke-6: Keselamatan, Kesehatan, Lingkungan (SHE). Prosedur operasi standar (SOP) SHE, lingkungan kerja yang aman dan sehat, dan ketersediaan fasilitas pengolahan limbah yang memadai masih dikembangkan. Ini belum berjalan dengan sempurna karena membutuhkan banyak biaya investasi.
- Pilar ke-7: Kantor TPM (Pendukung), program 5S telah dilaksanakan di area kantor, prosedur kerja / birokrasi telah diminimalkan, dan sinergi antar departemen telah dibangun, tetapi masih, perlu ditingkatkan.
- Pilar 8: Manajemen Pengembangan, masalah dalam pemasangan peralatan baru telah diminimalkan, pengalaman mesin / sistem sebelumnya telah digunakan untuk perbaikan, sistem pemeliharaan mesin telah dikembangkan dengan cara yang lebih baik. Pilar ini masih perlu ditingkatkan. (Herry Agung Prabowo, dkk.2018)